tak bertajuk, tak apa kan…

indah KABAR dari WARTA

Becak

“Saya mau tamasya berkeliling-keliling kota .
Hendak melihat-lihat keramaian yang ada .
Saya panggilkan becak, kereta tak berkuda .
Becak, becak, coba bawa saya

Saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki .
Melihat dengan asyik, ke kanan dan ke kiri .
Lihat becakku lari, bagaikan tak berhenti .
Becak, becak, jalan hati-hati” (lagu: Becak – cipt: Ibu Sud)


Tercatat bahwa Jepang telah menggunakan kendaraan beca (Becak) di decade tahun 1800-an., di era itu China dikabarkan meniru bentuk angkutan tanpa motor ini.

Becak ( bahasa Hokkien: be chia “kereta kuda”) adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Di Indonesia ada dua jenis becak yang lazim digunakan:

* Becak dengan pengemudi di belakang. Jenis ini biasanya ada di Jawa.
* Becak dengan pengemudi di samping. Jenis ini biasanya ditemukan di Sumatra. Untuk becak jenis ini dapat dibagi lagi ke dalam dua sub-jenis, yaitu:

1. Becak kayuh – Becak yang menggunakan sepeda sebagai kemudi.
2. Becak bermotor/Becak mesin – Becak yang menggunakan sepeda motor sebagai penggerak.

Becak merupakan alat angkutan yang ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara (kecuali becak bermotor tentunya). Selain itu, becak tidak menyebabkan kebisingan dan juga dapat dijadikan sebagai obyek wisata bagi turis-turis mancanegara. Meskipun begitu, kehadiran becak di perkotaan dapat mengganggu lalu lintas karena kecepatannya yang lamban dibandingkan dengan mobil maupun sepeda motor. Selain itu, ada yang menganggap bahwa becak tidak nyaman dilihat, mungkin karena bentuknya yang kurang modern. Satu-satunya kota di Indonesia yang secara resmi melarang keberadaan becak adalah Jakarta. Becak dilarang di Jakarta sekitar akhir dasawarsa 1980-an. Alasan resminya antara lain kala itu ialah bahwa becak adalah “eksploitasi manusia atas manusia”. Penggantinya adalah, ojek, bajaj dan Kancil. Selain di Indonesia, becak juga masih dapat ditemukan di negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan Kuba. Di Singapura, becak kini hanyalah sebuah alat transportasi wisata saja.

Untuk meningkatkan kemampuan becak dan mendorong penggunaan kendaraan tidak bermotor dibeberapa negara maju dikembangkan becak yang menggunaan gigi percepatan/transmisi seperti yang digunakan dalam sepeda modern sehingga bisa melewati tanjakan dengan lebih mudah, desain dibuat aerodinamis serta pengemudinya berada di depan ruang penumpang.

Becak Siantar


Pematang Siantar adalah nama kota di Sumatera Utara. Wilayah ini dahulu adalah sebuah kerajaan etnis Simalungun.

Becak Siantar dibandingkan dengan becak-becak lain di Indonesia memiliki kekhasan. Becak di Jawa umumnya dikayuh oleh manusia sementara becak Siantar ditarik dengan sepeda motor. Meskipun becak motor alias betor juga ada di beberapa kota lain, becak motor Siantar tetap memiliki keunggulan. Becak Siantar lebih unggul karena ditarik 0leh Birmingham Small Arm (BSA) tua, yaitu  jenis  sepedamotor pabrikan Inggris yang awalnya diciptakan untuk kendaraan perang.

BSA masuk ke Indonesia  pada masa peralihan tentara Jepang ke tentara sekutu (Belanda-Inggris). BSA kemudian menyebar di setiap daerah jajahan Belanda.

BSA adalah sisa-sisa perang dunia kedua. Belanda yang membawanya ke nusantara ini. Ketika penjajah minggat dari Indonesia, motor-motor BSA kehilangan tuannya.

BSA mulai masuk sekitar tahun 1958 atas inisiatif orang-orang Siantar. Orang Siantar mendatangkannya dari pulau Jawa: Surabaya dan Jakarta.

Becak dengan motor tua yang semakin langka itu justru menjadi keunikan yang menghiasi Kota Siantar, sekitar 128 kilometer arah selatan Medan, Sumatra Utara.

Selain langka, rata-rata usia motor sudah mencapai 60 tahunan. Motor yang saat ini berjumlah sekitar 400 unit itu ada yang dibuat tahun 1941, 1948, 1952, dan yang lebih “gres” buatan tahun 1956.

Kelangkaan itu membuat suku cadangnya tidak lagi dijual di pasar. Perawatannya pun kian sulit. Kelangkaan itu justru membuat motor BSA menjadi barang koleksi yang menarik dan mahal.

Becak Siantar semula berbentuk bak sampan, seperti becak mesin di Medan sekarang. Bentuk tempat duduk penumpang yang terletak di sebelah kiri setinggi satu meter untuk dua orang, hanya terbuat dari terpal. Pada sisi kanan dan kirinya diberi besi penyangga dan bisa dilipat-lipat, di sebelah tempat duduk dipasang penutup sebagai penahan rembesan tanah atau lumpur. Di belakang tempat duduk disediakan bak kecil berpagar pelat besi, berfungsi untuk tempat barang-barang bawaan penumpang

Walau sudah banyak onderdil yang tidak asli lagi, ciri khas motor BSA masih tampak. Misalnya, tangki mesin berisi 12 liter dengan logo BSA, stang berkrom, speedometer BSA, velg, lampu bulat, serta sayap depan dan belakang.


Penampilan betor BSA memang tampak garang. Itu luarnya. Namun, penumpang yang naik di dalamnya merasa nyaman karena pegas motor begitu kuat tapi lembut. Penumpang akan merasa duduk seperti di kursi goyang. Hanya telinga saja yang mungkin sedikit terganggu karena suara mesinnya keras dan bulat, meraung-raung. Suara mesin ini juga yang masih asli dari betor BSA.

Agustus 5, 2009 - Posted by | CUMA WARTA

2 Komentar »

  1. Sampai saat ini harus kita akui becak merupakan alat transportasi yang murah meriah, rileks,tidak desak desakan, tanpa polusi,mestinya becak ini harus dilestarikan dan jadi salah sati icon untuk wisata.

    Komentar oleh Burhan buryanto | Mei 19, 2011 | Balas

  2. Namun dewasa ini, jumlah nya telah banyak berkurang. Seharusnya ini menjadi perhatian PEMKO Setempat. Becak Siantar adalah salah satu ciri yang paling khas dari Siantar, sangat sayang jika hilang begitu saja…

    http://batakculture.wordpress.com/

    Komentar oleh Yanray Parada Purba | Februari 27, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: