tak bertajuk, tak apa kan…

indah KABAR dari WARTA

SEGELAS SUSU

susu-segelas

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin  yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya tersisa  beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya.
Akan tetapi anak  itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta  segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya,
“berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?”
Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”.  “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan” kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya  dan berkata :” Dari dalam hatiku aku berterima  kasih pada anda.”

Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menganganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar,  dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
dr. Kessy Nasrun dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.
Pada saat ia mendengar nama kota  asal si wanita tersebut, terbersit seberkas  pancaran aneh pada mata dokter  Kessy Nasrun.
Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui  si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik  untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

dr

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.. .
Wanita itu sembuh !!.
dr. Kessy Nasrun meminta bagian keuangan rumah sakit  untuk mengirimkan seluruh
tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.
dr. Kessy Nasrun melihatnya, dan menuliskan sesuatu  pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut,  ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca  tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menari perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi, “Telah dibayar lunas dengan segelas besar  susu..” tertanda, dr. Kessy Nasrun.

Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia  berdoa, “Tuhan, Aku bersyukur, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”
duhai ilahi—sekarang terserah anda, mau merenungkan, mengirimkan pesan cinta ini kepada orang lain, atau mengabaikannya dan berpura-pura bahwa kisah ini tidak menyentuh hati Anda.—

Maret 6, 2009 - Posted by | CUMA WARTA

1 Komentar »

  1. mata saya berkaca-kaca membaca cerita ini.. saya sudah tua, tetapi hati saya bertanya, apakah saya bisa memberi segelas besar susu ?

    Komentar oleh sopo aku ? | Februari 23, 2015 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: