tak bertajuk, tak apa kan…

indah KABAR dari WARTA

MAINAN ANAK – ANAK

Di Sumatera, permainan ini biasa disebut CONGKAK, dengan dialek yang hampir sama, orang Betawi menyebutnya dengan CONGKLAK. Terdapat 14 lubang dan pada sisinya ada lumbung. Dengan biji-biji yang diisi satu persatu dalam tiap lubang.

Dua anak sedang bermain CONGKAK

GULI. Disebut juga Gundu atau Kelereng. Biasanya dimainkan oleh anak-anak laki laki.

Banyak jenis permainan menggunakan Guli (Gundu, Kelereng). Anak Deli mengenal salah satu permainan dengan menggunakan Guli yang disebut Permainan Tortop.

Bermain Layang-layang adalah permainan yang bisa di mainkan segala usia. Biasanya dilakukan oleh anak lelaki. Layang-layang mempunyai berbagai bentuk dan nama. Mulai dari kertas yg ditekuk sisi kiri dan kanannya dan diikatkan ke benang sambil dimainkan dengan berlari, hingga kertas yang disatukan dengan rangka terbuat dari bambu. Saat angin baik, banyak anak-anak dahulu bermain layang-layang di lapangan. Istilah teraju, jujut, leong adalah istilah dalam permainan layang-layang tersebut.

Layang -layang atau wau memiliki berbagai jenis dan bentuk. Ada ukuran besar yang bisa juga dibuat dari kain dan dihias sedemikian rupa. Disebut juga layang layang sendaren. Jika Layang layang sendaren diulur dengan benang wol, layang-layang laga dahulu diulur dengan benang gelasan. Benang gelasan adalah benang yang dicelup dengan serbuk kaya yang di campur perekat berupa lem kak, lintah dan lainnya.

KETAPEL. Terbuat dari cabang ranting pohon yang kokoh, diikatkan dengan karet yang elastis. Dahulu anak anak mengkalungkan ketapel dan pergi ke kebun atau pinggir rebat untuk memanahkan batu kecil dengan ketapel, yang diarahkan pada burung-burung liar, buah-buahan dan lainnya

BERMAIN DI SUNGAI. anak-anak dahulu belajar berenang secara otodidak. Kebiasaan bermain di sungai menjadikan anak-anak masa itu piawai dalam berenang dan menyelam. Saat di sungai, banyak muncul permainan.

BALAP PELEPAH PINANG. Permainan ini menggunakan pelepah tua dari pohon pinang yang sudah gugur. Setelah dedaunan dibuang, salah seorang anak memegang batang dan anak-anak yang lain duduk di peletahnya. Lalu anak yang memegang batang menyeret batang sambil setengah berlari. seperti sebuah perahu, pelepah berjalan dan anak anak memegang setiap sisi pelepah.

Februari 27, 2009 - Posted by | RUPA RUPA

1 Komentar »

  1. serang semua sudah hilang

    Komentar oleh edwin | Februari 17, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: