tak bertajuk, tak apa kan…

indah KABAR dari WARTA

Sebuah ukuran nyata memiliki standar

 

Sebuah ukuran nyata memiliki standar.
Namun ukuran menjadi rancu, jika ukuran A dipaksakan menjadi ukuran B, atau sebaliknya.

Acapkali kita menjadikan diri kita menjadi skala ukuran untuk segala yang kita hadapi, hingga segalanya pun menjadi serba tidak benar.

‘Seorang ibu menjadikan dirinya sebagai ukuran untuk menilai perilaku anaknya, hingga sang ibu tidak pernah menemukan titik benar atas sikap anak’

‘Seorang suami menjadikan dirinya sebagai titik ukur untuk menyikapi ulah sang istri, maka istri pun tidak pernah benar di mata suami’

‘Seorang pengendara mobil menjadikan cara ia mengemudi sebagai ukuran berkendaraan, hingga ia selalu menyalahkan pengendara sepeda motor’

Saatnya kita mengkalibrasi ukuran yang selama ini kita jadikan neraca ukur.

Salam Damai
M Muhar Omtatok

 

 

Februari 18, 2009 - Posted by | Kata Omtatok

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: