tak bertajuk, tak apa kan…

indah KABAR dari WARTA

Aku pun Berpuisi

BAGI KASIH TAUTAN HATI
oleh: Muhar Omtatok
Ku bacakan mantra kudus bagi kasih tautan hati
Nun …di buana seberang kini tempatmu
Kugenggam sosok bayang elok di pelupuk mata
Agar tangis tak lagi tetes menetes

Ku khusukkan semedi suci bagi kasih tautan hati
Nun … di tasik kencana tempatmu berbasuh
Kurasakan tiupan gaibmu di tingkap jorong anak telinga
Bisikan itu mana kini …? Rinduku semakin teragak

Ku tabur kembang tujuh taman bagi kasih tautan hati
Nun … di tepi rebat tempatmu berenung
Kucium aroma kasturi dari cecah beranjak
Agar luka tak lagi meruyak

Seuntai pantun sarat madah bagi kasih tautan hati
Nun … di bawah aras terbangmu meninggi
ku tengadah lamun bayang tiada sepoi
Bias itu kapan tampak ..? Ratapku tiada gaung

Kubacakan mantra kudus bagi kasih tautan hati
Nun … di buana seberang kini tempatmu
Kurebah jasad lunglai di atas lapit
Agar rindu tinggallah rindu ….

Medan, 08 Januari 2003

PADA SEBUAH RUANG

oleh: Muhar Omtatok

aku …
hanya …
duduk tersimpuh saja.

Medan, 08 September 2002

A D A D A M A I

oleh: Muhar Omtatok

Ada kembang setaman
dan kepulan asap gaharu
nyaris hening …
jika dengkur Cucu Ifrit tidak berdendang gaib
selepoh pawang memuja
bersemedi bahasa prokem alam maya
ditutup gendang telinga
dari hiruk di luar sana.

Medan, 15 Oktober 2002

TARIAN KITA TARIAN ANAK NEGERI

oleh: Muhar Omtatok

Tarian kita tarian gasal
Gendang tak lagi seirama dengan rentak lenggang tariannya
serampangan memang …
Namun rentak belum juga sudah

Tarian kita tarian anak negeri
Talempong, serunai dan kecapi mengiringi tarian salsa
Tak sekayuh memang …
Namun tuntutan pasar begitu sudah

Tarian kita tarian mambang laut
Syair majasi dan dendang sayang, bukan lagi penangkal Fuaka
Naif memang …
namun kuntilanak gemar musik diskotik kini

Tarian kita tarian gasal
Yang menari gemulai sepadan rentak gendang akan dipasung zaman
Mengesalkan memang…
Namun yang kesal berkemaslah untuk terkubur

Tarian kita tarian binal
Gairah muda tak lagi berpagar norma
Yang tua urut dada…
Kenapa tak lagi dapat bagian kini

Tarian kita tarian anak negeri Gendang tak lagi seirama dengan rentak lenggang tariannya
Ada-ada saja memang…
Namun, yah … sudah lah!

Medan, 24 Juli 2002

MANTERA (GAMIT SI GELAMIT)

oleh: Muhar Omtatok

Gamit si gelamit, sangkut di gulang-gulang
Waktu setan menggamit, semangatku di situ pulang
Bertanak disesak, bertongkat batang jerami
Setan menyesak, aku menawariHambuslah maha dewa setan dari alir darah suciku
Bisikmu bisik khianat
Kusapu hembusan tipu dayamu
Dari cawat syahwat bejatmu

Oi … gamit si gelamit, sangkut di gulang-gulang
Waktu setan menggamit, semangatku disitu pulang
Aku tahu asal mula jadimu
Dari darah haid bini gundik iblis betina
Induk api akan tempatmu

Hambuslah maha raja setan dari alir rasa beningku
Bisikmu Bisik khianat
Kusapu hembusan tipu dayamu
Dari kabul khayal majalmu

Ala hai … gamit si gelamit, sangkut di gulang-gulang
Waktu setan menggamit, semangatku disitu pulang
Bertanak disesak, bertongkat batang jerami
Setan menyesak aku menawari

Hambuslah maha sakti setan dari alir benak fikirku
Bisikmu bisik khianat
Kusapu hembusan tipu dayamu
Dari cengkram geram kejammu

Alamak oi … gerinjam batu malela
Garam ditabur penghancur hati
polahmu terlalu gila
Gila tidak terobati

Oi…
Gamit si gelamit…

Medan, 23 Oktober 2002

PROTAP

Buat kemakmuran? 😦

Rakus

Tamak

Ambisi

Isi sarat puro-puro

duh

SARA

September 27, 2006 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. Salam jumpa di Dunia Maya Om…

    omtatok becakap: Salam jumpa di Dunia Maya jg Ki Bayu Sejati

    Komentar oleh kibayusejati | Juni 3, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: